Saat Sumur Mengering, Relawan Datang Membawa Harapan untuk Warga
CERITARELAWAN.com, TRENGGALEK – Air yang mengalir dari tangki bantuan itu langsung disambut warga Dusun Winong, Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan. Jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung berjajar rapi di sekitar lokasi distribusi. Bagi warga yang sedang menghadapi kekeringan, air bersih merupakan kebutuhan yang sangat berharga.
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat pasokan air bersih semakin terbatas. Di tengah kondisi tersebut, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Trenggalek hadir membawa bantuan 6.000 liter air bersih untuk masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (9/10/2026) itu menyasar 47 kepala keluarga atau 126 jiwa yang terdampak kekeringan di RT 22 RW 10 Dusun Winong.
Ketua FPRB Kabupaten Trenggalek, Amin Tohari, memimpin langsung kegiatan distribusi bantuan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penggunaan air secara bijak.
“Peran aktif FPRB dalam penanganan bencana kekeringan merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan. Selain mendistribusikan air bersih, kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya fungsi air bersih bagi kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bagi warga, bantuan tersebut bukan sekadar pasokan air untuk beberapa hari. Bantuan itu menjadi tanda bahwa masih ada pihak yang peduli terhadap kesulitan yang mereka hadapi.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga mendapatkan sosialisasi mengenai bencana kekeringan dan cara mengelola penggunaan air agar lebih hemat. Edukasi tersebut penting mengingat ancaman kekeringan masih berpotensi terjadi selama musim kemarau berlangsung.
FPRB berharap kegiatan ini dapat membantu pemerintah daerah dalam penanggulangan bencana kekeringan sekaligus menggerakkan kepedulian berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak.
Warga pun menyampaikan harapan agar bantuan air bersih dapat datang secara rutin. Mereka juga berharap adanya pembangunan sumur atau sumber air permanen agar persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap tahun.
Di tengah keterbatasan yang dihadapi, semangat gotong royong terlihat kuat. Relawan bekerja bersama masyarakat, sementara warga saling membantu mengangkut dan membagikan air kepada keluarga yang membutuhkan.
Bagi Dusun Winong, 6.000 liter air bersih itu tidak hanya menghilangkan dahaga. Bantuan tersebut membawa harapan bahwa di tengah ancaman kekeringan, kepedulian dan kebersamaan masih menjadi sumber kekuatan terbesar untuk bertahan menghadapi bencana.
Penulis: Hadi Triyono
Editor: Redaksi
