CERITARELAWAN.com, SURABAYA — Sebuah pemandangan yang sangat menyentuh hati terlihat jelas di sepanjang koridor aula Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Di antara ratusan pejuang kemanusiaan se-Jawa Timur yang hadir memenuhi undangan resmi dari jajaran pengurus PMI Jatim, tampak rombongan 21 relawan donor darah sukarela dari PMI Kabupaten Lumajang melangkah dengan guratan senyum yang merekah lebar. Petugas pendamping dari PMI Lumajang, Rini Jamilah, tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya saat melihat stamina serta pancaran wajah para relawan daerahnya tersebut.
Bagaimana tidak, secara perhitungan matematis medis, para pejuang kemanusiaan ini masing-masing telah menyumbangkan kurang lebih sekitar 26 liter cairan kehidupan dari dalam tubuh mereka sepanjang sejarah keterlibatan mereka sebagai pendonor sukarela. Namun hebatnya, alih-alih tampak lemas, para pejuang DDS ini justru tetap tampil dengan wajah yang cerah, segar, dan sangat sumringah saat bersiap menerima lencana kehormatan.
Ketulusan yang luar biasa di luar batas ego pribadi ini rupanya mendapat tempat yang sangat spesial di dalam sanubari Gubernur Jawa Timur. Saat menyampaikan pidato wejangannya di atas altar panggung penganugerahan piagam dan lencana emas DDS 75 kali, Gubernur tidak mampu menyembunyikan rasa kagumnya terhadap nilai keistiqomahan yang ditunjukkan para relawan donor tersebut. Bagi jajaran pemerintah, aksi nyata mendonorkan darah secara reguler selama belasan hingga puluhan tahun berturut-turut adalah bentuk implementasi nyata dari ibadah sosial tingkat tinggi.
"Amal Soleh yang dilakukan DDS 75 x InsyaAllah akan menjadi pahala. Kami menyampaikan terima kasih, karena panjenengan semua memiliki konsistensi dan istiqomah dondar secara sukarela dan penuh keikhlasan tanpa tahu siapa yang akan menerima tetesan darah tersebut," ungkap Gubernur Jawa Timur dalam rangkaian wejangannya yang sarat makna spiritual.
Kebahagiaan dan kebanggaan atas apresiasi tersebut dirasakan langsung oleh Nurhadi Santoso, SP. Selaku Sekretaris dan Kepala Markas PMI Lumajang yang juga ikut menjadi peserta penerima lencana 75 kali, dirinya menyatakan bahwa penghargaan ini dipersembahkan untuk seluruh masyarakat Lumajang yang selalu mendukung ketersediaan stok darah aman di daerah. Menurutnya, motivasi awal mendonor murni lahir dari panggilan jiwa kemanusiaan untuk saling menolong sesama yang sedang diuji dengan sakit.
"Alhamdulillah, bisa membantu sesama lewat donor darah sukarela. Semoga bisa terus berdonor darah, sampai 100 kali. Ini adalah komitmen bersama kawan-kawan dari Lumajang untuk kemanusiaan," harap Nurhadi Santoso dengan mata berkaca-kaca menahan rasa bangga.
Kehadiran 21 relawan berbatik asal Lumajang di istana gubernur kemarin menjadi sebuah monumen pengingat berharga bagi publik luas. Bahwa di tengah dinamika dunia modern yang serba individualis, keikhlasan murni untuk saling menolong antarsesama manusia ternyata tidak pernah luntur sedikit pun, melainkan terus mengalir subur melalui pembuluh darah para relawan kemanusiaan yang istiqomah.
Penulis: Nur
Editor: Redaksi
.webp)
