![]() |
| Warga dari berbagai kelompok usia mendapatkan pelayanan kesehatan di Dusun 3 dan Dusun 5 Desa Aeramo, Senin (29/9/2026). |
CERITARELAWAN.com, NAGEKEO – Usia dan kebutuhan kesehatan warga yang datang untuk diperiksa di Desa Aeramo tidak sama. Ada bayi, ibu menyusui, orang dewasa hingga puluhan warga lanjut usia.
Mereka menjadi bagian dari 107 warga yang memperoleh pelayanan kesehatan di Dusun 3 dan Dusun 5, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, pada Senin, 29 September 2026.
Dari data pelayanan di dua dusun, sedikitnya 34 lansia menjalani pemeriksaan. Jumlah tersebut berasal dari 23 lansia di Dusun 3 dan 11 lansia di Dusun 5.
Di Dusun 5 juga terdapat dua bayi dan dua ibu menyusui yang masuk dalam kelompok penerima layanan.
Angka-angka itu memperlihatkan beragamnya kelompok warga yang membutuhkan akses pemeriksaan kesehatan selama proses pemulihan pascabencana.
Vininsia Merasakan Manfaat Pelayanan
Bagi Vininsia Pati Peolohi, warga Desa Aeramo, kehadiran tenaga kesehatan di tengah masyarakat memberi kesempatan bagi warga untuk mengetahui kondisi kesehatannya.
“Kami sangat berterima kasih kepada PMI yang sudah datang memberikan pelayanan kesehatan kepada kami. Kami bisa memeriksakan kondisi kesehatan dan mendapatkan obat sesuai dengan keluhan yang kami rasakan,” ujar Vininsia.
Pemeriksaan dilakukan oleh tim kesehatan Palang Merah Indonesia (PMI).
Pelayanan tidak hanya berupa pemeriksaan kesehatan dasar. Warga juga dapat berkonsultasi, sementara mereka yang membutuhkan obat mendapatkannya berdasarkan hasil pemeriksaan dan indikasi medis.
Pemeriksaan gula darah dan asam urat juga dilakukan sesuai indikasi.
Kebutuhan Warga Berbeda di Setiap Dusun
Sebanyak 57 warga dilayani di Dusun 3. Mereka terdiri atas 27 laki-laki dan 30 perempuan.
Pemeriksaan terhadap warga di lokasi tersebut menemukan sejumlah keluhan yang banyak muncul, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gastritis dan Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bagian bawah.
Perjalanan pelayanan berlanjut ke Dusun 5.
Di lokasi kedua, 50 warga menjalani pemeriksaan. Jumlah tersebut terdiri atas 22 laki-laki dan 28 perempuan.
Tim yang dipimpin dr. Nita dari PMI Makassar menemukan sejumlah keluhan berbeda. Dispepsia, hipertensi dan ISPA termasuk keluhan yang banyak dijumpai dalam pemeriksaan tersebut.
Warga dengan kebutuhan pengobatan kemudian mendapatkan obat berdasarkan hasil pemeriksaan serta indikasi medis.
Menjangkau Kelompok yang Membutuhkan
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan kelompok rentan menjadi salah satu perhatian dalam pemberian layanan.
“PMI Nagekeo terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dasar, pemberian obat-obatan, serta pemeriksaan gula darah dan asam urat dilakukan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan,” ungkap Kristianus.
Jumlah penerima pelayanan memang dapat dirangkum menjadi satu angka: 107 orang. Namun, data di balik angka itu menunjukkan kebutuhan yang tidak seragam.
Ada 23 lansia yang diperiksa di Dusun 3. Di Dusun 5 terdapat 11 lansia, dua bayi dan dua ibu menyusui. Pada saat yang sama, jenis keluhan kesehatan yang ditemukan juga berbeda antara satu lokasi dan lokasi lainnya.
Pelayanan yang mendatangi titik tempat warga berada membuat pemeriksaan dapat menjangkau masyarakat dari beragam kelompok usia.
Bagi warga seperti Vininsia, manfaatnya lebih sederhana dan langsung: mereka dapat memeriksakan diri serta mendapatkan obat yang disesuaikan dengan keluhan dan hasil pemeriksaan.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, menjangkau warga hingga tingkat dusun menjadi bagian dari upaya menjaga agar kelompok yang membutuhkan tetap memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan.
Penulis: James Bisara
Editor: Redaksi

