“Saya Selamat”, Kalimat Sederhana yang Membawa Kelegaan bagi Banyak Keluarga
Kalimat itulah yang menjadi inti pelayanan Restoring Family Links (RFL) yang dilakukan PMI Kabupaten Nagekeo di Desa Ngera, Kecamatan Keo Tengah.
Di tengah kondisi pascagempa bumi yang masih menyisakan kekhawatiran, relawan PMI hadir untuk membantu warga kembali terhubung dengan keluarga mereka.
Sebanyak 14 kepala keluarga dengan 116 jiwa mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut.
Relawan tidak hanya membawa informasi dan edukasi mengenai layanan RFL, tetapi juga membuka akses komunikasi bagi warga yang kesulitan menghubungi keluarga.
Hari itu, sepuluh warga memanfaatkan telepon gratis yang disediakan PMI.
Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya percakapan singkat. Namun bagi keluarga yang menunggu dengan penuh kecemasan, suara dari orang yang mereka cintai menjadi jawaban atas kegelisahan yang selama ini mereka rasakan.
Dalam kegiatan tersebut, relawan juga menemukan 14 kasus “Saya Selamat”.
Setiap laporan yang berhasil disampaikan berarti satu keluarga dapat bernafas lega karena mengetahui orang yang mereka khawatirkan berada dalam kondisi aman.
Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo, mengatakan bahwa kabar keselamatan memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar dalam situasi bencana.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri ketika menghadapi bencana,” ujarnya.
Meski harus melewati akses jalan yang sulit, para relawan tetap berupaya menjangkau masyarakat. Sebab mereka memahami bahwa yang ditunggu warga bukan hanya bantuan fisik, tetapi juga kepastian tentang orang-orang yang mereka cintai.
Di Desa Ngera, sore itu tidak ada bunyi sirene atau seremoni besar. Yang ada hanyalah beberapa panggilan telepon sederhana yang berhasil menghubungkan keluarga.
Namun dari panggilan-panggilan sederhana itulah lahir ketenangan, harapan, dan kelegaan yang tak ternilai.
Karena setelah bencana, terkadang bantuan paling berharga adalah kesempatan untuk mengatakan kepada keluarga: “Saya selamat.”
