HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Saat Ribuan Warga Menunggu Kesempatan Melihat Lebih Jelas

CERITARELAWAN.com, BANYUWANGI – Bagi banyak warga, gangguan penglihatan bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kemampuan bekerja, beraktivitas, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Karena itu, pelaksanaan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Mata Tahap II Tahun 2026 di Banyuwangi kembali menjadi harapan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan mata.

Program tersebut dibuka Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani pada Selasa (13/10). Pada pelaksanaan tahun ini, target operasi katarak ditingkatkan menjadi 450 pasien setelah tingginya jumlah masyarakat yang membutuhkan layanan serupa pada tahap pertama.

Data panitia menunjukkan hingga 11 Oktober 2026 terdapat 1.108 pendaftar yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan mata. Dari jumlah tersebut, 817 orang merupakan pasien katarak.

Ketua PMI Banyuwangi Mujiono menyebut kebutuhan layanan kesehatan mata masih cukup besar. Selain faktor ekonomi, peningkatan usia harapan hidup dan bertambahnya penderita penyakit metabolik menjadi faktor yang memengaruhi meningkatnya kasus gangguan penglihatan.

Program ini tidak hanya menyediakan operasi katarak. Masyarakat juga memperoleh layanan pemeriksaan mata gratis, kacamata, obat tetes mata dan pemasangan bola mata palsu bagi pasien yang membutuhkan.

Selama 12 tahun berjalan, program tersebut telah melayani puluhan ribu masyarakat. Hingga Mei 2026, sebanyak 30.323 pasien telah memperoleh pemeriksaan kesehatan mata dan 4.869 pasien menjalani operasi katarak.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan gangguan penglihatan dapat berdampak luas terhadap kehidupan seseorang dan keluarganya.

“Kebutaan karena katarak bisa disembuhkan dengan operasi, baksos gratis ini menjadi harapan bagi warga kurang mampu,” ujar Ipuk.

Melalui layanan tersebut, masyarakat yang sebelumnya kesulitan mengakses pengobatan memiliki kesempatan memperoleh penanganan yang dibutuhkan. Kehadiran layanan kesehatan mata secara gratis juga membantu mengurangi hambatan biaya yang selama ini menjadi kendala sebagian warga.

Program tahap II akan berlangsung pada 13–18 Oktober 2026 dengan dukungan dokter spesialis mata, tenaga kesehatan, relawan dan berbagai unsur pendukung lainnya untuk menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan penglihatan.

Penulis: Nur 
Editor: Redaksi
Posting Komentar