Saat Banyak Orang Menjauh dari Asap, Mereka Justru Datang Membantu
CERITARELAWAN.com, KOTAWARINGIN BARAT – Kabut asap yang menyelimuti langit Kotawaringin Barat tidak hanya mengurangi jarak pandang. Bagi banyak warga, kondisi tersebut menghadirkan kekhawatiran mengenai kesehatan, keselamatan keluarga, dan aktivitas sehari-hari yang terganggu akibat kebakaran hutan dan lahan yang terus berlangsung.
Di tengah situasi itu, sejumlah relawan PMI Kabupaten Kotawaringin Barat memilih tetap berada di lapangan. Mereka hadir untuk memastikan masyarakat yang terdampak tetap memperoleh bantuan kesehatan ketika kualitas udara memburuk.
Operasi kemanusiaan PMI kini telah memasuki tahap ke-5 Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla. Tahapan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan bantuan kesehatan masih tinggi dan memerlukan kehadiran personel yang terus siaga.
Di kawasan TSM Sepingit, tenaga kesehatan PMI berjaga setiap hari. Mereka melakukan pemantauan kesehatan, memberikan layanan medis dasar, serta membantu warga yang mulai mengalami keluhan akibat paparan asap.
Sementara itu, tim lainnya bergerak hingga wilayah pesisir Pantai Sebuai guna memastikan akses layanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat yang berada jauh dari pusat kota.
“Untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat karhutla, saat ini tim pelayanan kesehatan kami telah bersiaga di TSM Sepingit, sementara tim satgas juga bergerak menyisir wilayah pesisir Sebuai. Seluruh kendali medis darurat terpusat di Markas PMI yang kami fungsikan sebagai Ruang Sehat Bebas Asap,” ujar Kepala Markas PMI Kotawaringin Barat, Ario Tanoto.
Bagi relawan, tugas kemanusiaan tidak hanya berkaitan dengan pelayanan medis. Mereka juga berusaha memberikan rasa tenang kepada masyarakat yang menghadapi kondisi penuh ketidakpastian.
Tantangan terbesar justru datang dari kondisi lapangan yang terus berubah. Asap dapat semakin pekat sewaktu-waktu, sementara kebutuhan bantuan tetap harus dipenuhi.
Selain masyarakat, para petugas pemadam kebakaran juga menjadi kelompok yang memerlukan perhatian khusus. Mereka harus bekerja berjam-jam di area terdampak untuk mencegah api meluas.
Karena itu PMI menyiagakan ambulans, dukungan medis, dan pasokan oksigen darurat sebagai bagian dari perlindungan terhadap petugas dan warga.
“Prioritas utama kami adalah keselamatan. Kami memberikan ambulans siaga, dukungan medis, dan oksigen darurat yang siap digunakan kapan saja oleh petugas maupun warga,” kata Ario.
Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa kerja kemanusiaan tidak berhenti ketika situasi menjadi sulit. Para relawan tetap hadir, memantau kondisi kesehatan masyarakat, dan memastikan bantuan tersedia saat dibutuhkan.
PMI juga menegaskan bahwa mereka akan terus bertugas selama status tanggap darurat masih berlaku.
“Kami akan terus bertugas sepanjang status tanggap darurat berlangsung. PMI tidak akan ditarik mundur sebelum kondisi lingkungan kembali aman bagi masyarakat,” tegas Ario.
Di tengah kabut asap yang menutupi langit Kotawaringin Barat, para relawan menunjukkan bahwa kepedulian dapat menjadi cahaya bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana. Ketika banyak orang menghindari risiko, mereka memilih bertahan untuk memastikan tidak ada warga yang menghadapi situasi sulit seorang diri.
Penulis: Nur
Editor: Redaksi
