CERITARELAWAN.com, PONOROGO — Deru mesin tangki air memecah keheningan perbukitan Dukuh Kroyo, Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung. Bagi ratusan warga yang tinggal di sana, suara itu terdengar seperti sebuah berkah di tengah musim kemarau yang gersang.
Di balik kemudi dan selang-selang besar yang membentang menuju pemukiman, ada jejak peluh dan keikhlasan dari para relawan kemanusiaan yang tergabung dalam sinergi besar antara BAZNAS Kabupaten Ponorogo, Palang Merah Indonesia (PMI), dan BPBD Ponorogo.
Kondisi tanah perbukitan Kroyo yang didominasi batuan keras membuat pencarian sumber air lewat sumur bor dalam seringkali menemui kegagalan.
Kondisi kritis ini memicu gerakan gotong royong lintas instansi untuk hadir langsung di tengah masyarakat.
Bukan sekadar rutinitas menyiram bantuan, aksi kolaboratif ini membawa misi kemanusiaan yang lebih mendalam, yakni merancang masa depan yang mandiri bagi warga terdampak.
Ketua BAZNAS Ponorogo, Sukarni, mengungkapkan rasa harunya atas komitmen para pejuang kemanusiaan di lapangan. Semangat kebersamaan inilah yang membawa BAZNAS meraih penghargaan sebagai Mitra Strategis pada puncak perayaan HUT ke-81 PMI di Pendopo Agung Ponorogo dari Plt. Bupati Hj. Lisdiyarita.
Sukarni menyebut, penghargaan itu sepenuhnya milik para muzaki dan relawan yang terus bergerak tanpa lelah.
"Saat ini, kami bersama rekan-rekan PMI tengah mendistribusikan total sekitar 100.000 liter air bersih ke wilayah kekeringan. Penyaluran ini dijadwalkan berlangsung sebanyak 20 kali secara berkala guna menyisir titik-titik krisis air di Ponorogo," ungkap Sukarni. Rabu, (30/09/2026)
Sukarni menambahkan, kebahagiaan sejati para relawan adalah melihat senyum warga saat jeriken mereka terisi penuh.
Oleh karena itu, BAZNAS bersiap mengalirkan dana kemanusiaan untuk membangun solusi permanen berupa pengadaan jaringan pipa dan mesin pompa pendorong.
Rencana ini didasari atas temuan adanya potensi air yang melimpah di area bawah bukit Kroyo.
"Harapan ke depan, di bagian yang dilanda kekeringan seperti wilayah ini, dari BAZNAS akan menyokong bantuan berupa jaringan pipanisasi dan mesin pendorong air seperti pompa. Tujuannya agar air bisa ditarik dan dialirkan langsung ke penampungan atas. Berdasarkan pengecekan, ternyata di bagian bawah kawasan ini memiliki potensi sumber air yang cukup melimpah untuk ditarik ke atas. Melalui infrastruktur ini, ditargetkan tahun depan sudah tidak perlu ada pengiriman bantuan air tangki lagi secara rutin karena kebutuhan warga sudah terpenuhi secara mandiri," paparnya dengan penuh optimisme.
Langkah mulia ini mendapat sambutan hangat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo. Kepala Pelaksana BPBD, Masun, mengakui ketangguhan jaringan relawan sipil dalam mengawal mitigasi struktural ini. BPBD pun siap mengalihkan pola penanganan dengan membangun infrastruktur tandon penampung semi permanen di puncak bukit pemukiman.
"Kalau tahun-tahun sebelumnya kita mengupayakan beberapa titik air melalui sumur dalam, sekarang pola penanganan kita alihkan dan arahkan menuju pembangunan jaringan pipanisasi agar air bersih bisa terdistribusi lebih merata dan menjangkau lebih banyak KK," kata Masun membenarkan rencana kolaborasi jangka panjang tersebut.
Sementara itu, Ketua Pengurus PMI Kabupaten Ponorogo, Drs. H. Luhur Karsanto, M.Si, menegaskan bahwa panggilan kemanusiaan di medan pengabdian adalah ruh utama dari para relawan PMI. Sinergi erat bersama BAZNAS dan BPBD menjadi bukti nyata betapa ringannya sebuah beban sosial jika dipikul bersama dengan ketulusan hati.
Penulis: Nur"Kebersamaan dan kolaborasi antara pengurus, relawan, serta segenap mitra strategis seperti BAZNAS dan BPBD merupakan fondasi utama bagi kami untuk terus memberikan kontribusi terbaik kepada masyarakat. PMI berkomitmen untuk tidak pernah berhenti menunjukkan aksi nyata di medan pengabdian demi meringankan beban warga," pungkas Luhur Karsanto dengan bangga.
Editor: Redaksi

