HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sesak Napas dan Hampir Pingsan, Pertolongan Datang Tepat Waktu


CERITARELAWAN.com, KEDIRI - Menjadi panitia sebuah kegiatan sering kali berarti bekerja lebih awal dan pulang lebih akhir dibanding peserta lainnya. Di balik kelancaran sebuah acara, ada banyak orang yang mengorbankan tenaga dan waktunya agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

Pada Minggu (18/10/2026), salah seorang panitia kegiatan di Kota Kediri merasakan bagaimana tubuhnya perlahan kehilangan tenaga setelah menjalani aktivitas yang padat. Awalnya ia tetap berusaha menyelesaikan tugasnya seperti biasa.

Namun seiring berjalannya waktu, kondisi fisiknya semakin menurun. Napas terasa berat, tubuh melemah, dan pandangan mulai berkunang-kunang. Kondisinya bahkan hampir membuat dirinya kehilangan kesadaran.

Melihat situasi tersebut, tim PMI Kota Kediri yang sedang bertugas segera datang memberikan bantuan.

Tanpa menunggu lama, petugas memasang terapi oksigen untuk membantu pasien bernapas lebih lega. Sementara itu, pemeriksaan kesehatan dilakukan guna mengetahui kondisi tubuh secara menyeluruh.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah pasien berada pada angka 162/110 mmHg. Angka tersebut cukup tinggi sehingga membutuhkan pemantauan yang lebih intensif.

Petugas Medis PMI Kota Kediri, Lailatul Khoirunnisak, menjelaskan bahwa pasien mengalami kelelahan fisik berat yang berdampak pada kondisi kesehatannya.

Meski demikian, tim medis tetap bekerja dengan tenang dan fokus. Mereka memastikan setiap tindakan dilakukan sesuai kebutuhan pasien.

Perlahan kondisi pasien mulai membaik. Sesak napas berkurang dan tekanan darah yang semula tinggi turun menjadi 140/90 mmHg.

Setelah mendapatkan kesempatan beristirahat dan memperoleh makanan, tenaga pasien mulai kembali pulih. Kondisinya pun semakin stabil dibandingkan saat pertama kali mendapatkan pertolongan.

Bagi sebagian orang, kejadian tersebut mungkin hanya berlangsung beberapa menit. Namun bagi pasien yang mengalami kondisi darurat kesehatan, kehadiran tim medis pada waktu yang tepat memiliki arti yang sangat besar.

Kisah ini mengingatkan bahwa kerja kemanusiaan tidak selalu identik dengan bencana besar atau keadaan luar biasa. Terkadang, kerja kemanusiaan hadir dalam bentuk sederhana: memberikan oksigen kepada seseorang yang kesulitan bernapas, memantau kondisi seseorang yang hampir pingsan, dan memastikan ia dapat kembali pulang dengan selamat.

Respons cepat yang dilakukan PMI Kota Kediri menjadi contoh bahwa kepedulian dan kesiapsiagaan dapat menghadirkan rasa aman bagi masyarakat kapan pun dibutuhkan.

Penulis: Deny A.
Editor: Redaksi

Posting Komentar