Tanggap Darurat Usai, Relawan Tetap Antar Air Bersih untuk Warga Manggarai
CERITARELAWAN.com, MANGGARAI – Meski masa tanggap darurat telah berakhir, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Manggarai tetap menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang masih terdampak kekeringan. Pada Sabtu (26/9/2026), PMI mendistribusikan 15.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah di Kabupaten Manggarai yang mengalami keterbatasan akses air akibat musim kemarau.
Distribusi dilakukan oleh Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) PMI Kabupaten Manggarai. Salah satu relawan yang terlibat, Yohanes Edison (35), mengatakan penyaluran air dilakukan sebanyak empat kali pengangkutan dalam sehari.
"Hari ini kami melakukan empat kali distribusi dengan total 15.000 liter air bersih yang disalurkan ke Barang Kolong, Golo Conggo, Wae Poti, Nderu hingga Gumbang," kata Yohanes.
Menurutnya, proses distribusi disesuaikan dengan kondisi dan fasilitas yang tersedia di setiap lokasi. Di Barang Kolong, Golo Conggo, Wae Poti, dan Nderu, air disalurkan melalui profil tank atau tempat penampungan yang telah tersedia. Sementara di Gumbang, warga menerima air menggunakan jeriken dan ember.
"Di Gumbang kami melayani masyarakat dengan wadah kecil seperti jerigen dan ember karena masyarakat tidak memiliki wadah dan tempat penampungan air yang besar. Kondisi ini membuat proses distribusi harus menyesuaikan kapasitas tampung masyarakat," ujarnya.
Selain keterbatasan sarana penampungan di tingkat warga, tim PMI juga menghadapi kendala operasional dalam proses distribusi. Salah satu armada mobil tangki yang digunakan untuk mengangkut air mengalami kerusakan akibat karat dan masih dalam proses perbaikan.
"Kendala yang kami alami adalah satu armada pengangkut air mengalami karat dan sedang diperbaiki. Namun kami akan tetap melayani masyarakat dengan baik meskipun sementara menggunakan satu armada," lanjut Yohanes.
Meski demikian, distribusi air tetap berlangsung. Setibanya di lokasi, bantuan tersebut disambut baik oleh masyarakat yang masih membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Dusun Gumbang, Desa Riung, Kecamatan Cibal, bernama Yohanes, mengatakan musim kemarau yang masih berlangsung menyebabkan debit sumber air di wilayahnya menurun sehingga kebutuhan air bersih masyarakat belum terpenuhi.
"Musim kemarau sekarang membuat debit air menurun. Masyarakat sangat membutuhkan air. Kami masyarakat Gumbang bersyukur dengan hadirnya PMI dalam pemenuhan kebutuhan kami. Semoga PMI tidak berhenti melayani masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih," tuturnya.
Bagi sebagian warga, berakhirnya masa tanggap darurat bukan berarti seluruh persoalan telah selesai. Ketersediaan air bersih masih menjadi kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Penanggung jawab layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) PMI Kabupaten Manggarai, Marshal Ade Putra Kore Mata, menjelaskan hingga saat ini total produksi air bersih untuk wilayah Manggarai dan Manggarai Timur telah mencapai 671.000 liter.
"Total produksi air dari 1 September hingga saat ini sebanyak 671.000 liter. Sebanyak 596.000 liter didistribusikan untuk Kabupaten Manggarai dan 75.000 liter untuk Kabupaten Manggarai Timur," jelasnya.
Menurut Marshal, layanan tersebut dijalankan oleh 11 relawan yang terbagi dalam dua tim, yakni lima orang pada bagian produksi dan enam orang pada bagian distribusi.
Sebelumnya, PMI juga telah menyalurkan 25.000 liter air bersih pada 20 September 2026 yang menjangkau sejumlah lokasi di Reok. Selain itu, sebanyak 10.000 liter air juga telah didistribusikan pada fase pelayanan sebelumnya untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Meski status tanggap darurat telah berakhir, PMI memastikan pelayanan kemanusiaan tetap berjalan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan. Bagi warga yang tengah menghadapi musim kemarau dan keterbatasan akses air, setiap distribusi yang dilakukan menjadi upaya untuk memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.
Penulis: Edho
Editor: Redaksi