HOT NEWS

Saat Ratusan Pelajar Banyuwangi Belajar Tak Sekadar Merekam, tetapi Juga Menolong

Anggota PMR Madya Banyuwangi berlatih keterampilan pertolongan dalam Digital Mission Race 2026.

CERITAREALAWAN.com, BANYUWANGI - Kemampuan menggunakan teknologi menjadi bagian dari keseharian generasi muda. Namun, ketika seseorang di sekitar membutuhkan pertolongan, keterampilan digital perlu berjalan bersama kepedulian dan kemampuan bertindak secara tepat.

Pesan itulah yang menjadi salah satu bagian penting dalam Digital Mission Race PMR 2026 yang diikuti ratusan anggota PMR Madya di Halaman Kantor Bupati Banyuwangi, Minggu (27/9/2026).

Sebanyak 58 tim perwakilan SMP/MTs se-Kabupaten Banyuwangi mengikuti kegiatan yang mempertemukan keterampilan digital dengan kemampuan dasar kepalangmerahan.

Mereka tidak hanya berkompetisi. Para peserta harus bekerja dalam tim, menentukan langkah, serta menyelesaikan tantangan yang berkaitan dengan kreativitas, kesehatan, dan pertolongan.

Ketua PMI Kabupaten Banyuwangi, Ir. H. Mujiono, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan karakter kemanusiaan.

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi memperebutkan juara. Ini adalah bagian dari pembinaan karakter kemanusiaan. Kami ingin PMR Madya tidak hanya paham teori, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari ketika melihat sesama membutuhkan pertolongan,” ujar Mujiono.

Dari Cipta Tandu hingga Pertolongan Pertama

Sejak pagi, peserta menjalani empat pos tantangan, yaitu Creative Challenge, Cipta Tandu Darurat, Pertolongan Pertama, dan Sahabat Sehat.

Setiap regu diuji berdasarkan kekompakan, kreativitas, ketepatan teknik, hingga penerapan prinsip kepalangmerahan.

Latihan tersebut membawa pesan sederhana bagi para peserta: teknologi tidak menggantikan kepedulian kepada orang lain.

“Pesan kami jelas, jadilah pelajar yang ketika melihat orang lain kesulitan tidak hanya mengambil gambar, tetapi berusaha melakukan pertolongan sesuai kemampuan dan prosedur yang benar,” tegas Mujiono.

Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani yang hadir memberikan apresiasi kepada peserta juga menyampaikan pesan serupa.

“Hari ini kalian ditantang untuk menggabungkan antara keahlian digital dengan kepedulian kepada sesama. Saya sudah melihat bagaimana kalian belajar menolong ketika ada orang yang terkena bencana. Kemampuan digital harus berjalan bersama karakter peduli dan kesiapsiagaan,” ujar Ipuk.

Digital Mission Race diselenggarakan melalui kolaborasi PMI Kabupaten Banyuwangi, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, dan Radar Banyuwangi.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi pukul 06.00 WIB, dilanjutkan apel dan briefing teknis. Perlombaan berlangsung mulai pukul 07.00 WIB dan kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang.

Trofi, piagam, dan hadiah pembinaan diberikan kepada peserta untuk kategori Juara 1, Juara 2, Juara 3, Harapan 1, serta Harapan 2.

Di luar hasil perlombaan, rangkaian tersebut menjadi ruang latihan bagi anggota PMR Madya untuk mempraktikkan keterampilan yang dapat digunakan ketika orang lain membutuhkan pertolongan.

Harapannya, kemampuan menggunakan teknologi tumbuh beriringan dengan keterampilan, kesiapsiagaan, dan kepedulian terhadap sesama.

Penulis: Nur
Editor: Redaksi

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar