Berpulangnya Guruh Soekarnoputra, Sang Maestro yang Menginspirasi Kebudayaan dan Seni Indonesia
0 menit baca
CERITARELAWAN.com, JAKARTA – Bendera setengah tiang dikibarkan oleh segenap keluarga besar PDI Perjuangan untuk menghormati berpulangnya Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra di usia 73 tahun. Sang maestro seni pertunjukan tersebut mengembuskan napas terakhirnya di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada Sabtu (26/9/2026) subuh, pukul 04.16 WIB.
Langkah pengibaran bendera selama 7 hari ini menjadi wujud penghormatan bagi sosok yang semasa hidupnya tak pernah lelah menggerakkan kecintaan generasi muda terhadap akar budaya bangsa.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian sang budayawan. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Bapak Mohammad Guruh Irianto Sukarnoputra bin Sukarno,” ujar Hasto memberikan konfirmasi resmi kabar duka tersebut.
Di lapangan kreatif, Guruh dikenal sebagai mentor bagi ribuan seniman muda melalui Swara Mahardhika dan GSP Production yang didirikannya. Keberaniannya memadukan musik modern dan tradisional melahirkan karya abadi saat membentuk Guruh Gipsy serta Gank Pegangsaan bersama sahabat-sahabat karibnya, Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye, yang hingga kini menjadi inspirasi berharga bagi perkembangan musik tanah air.
Di samping mendedikasikan hidup untuk seni, Guruh juga membawa semangat marhaenisme Bung Karno ke dalam parlemen sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur sepanjang periode 1999 hingga 2024. Nilai-nilai nasionalisme lewat seni yang konsisten ia suarakan berhasil membantu menjaga marwah budaya lokal tetap hidup di tengah gempuran modernisasi.
Dampak dari dedikasi seumur hidup almarhum meninggalkan warisan karya seni tak ternilai bagi bangsa ini. Saat ini suasana duka menyelimuti rumah disemayamkannya almarhum di Jalan Sriwijaya Raya Nomor 26, Jakarta Selatan, di mana para pelayat, kerabat seni, dan kolega politik terus berdatangan untuk memberikan doa terbaik serta penghormatan terakhir kepada sang pencinta budaya Indonesia.
Penulis: Nur
Editor: Redaksi
