Terima Penghargaan di HUT PMI, Dosen Unmer Malang Kampus Ponorogo Ini Setia 22 Tahun Berbagi Kehidupan Lewat Donor Darah
0 menit baca
CERITARELAWAN.com, PONOROGO — Mengajar di depan kelas tentang ilmu manajemen adalah tugas kesehariannya. Namun, di luar mimbar akademik, Rahmad Kurniawan, SE., MM., mengajarkan sebuah pelajaran hidup yang jauh lebih mendalam: arti konsistensi dalam menyelamatkan nyawa sesama. Dosen Manajemen Unmer Malang Kampus Ponorogo ini bangga saat terima penghargaan atas kesetiaannya selama 22 tahun menggulung lengan baju demi membagikan kehidupan lewat sebotol darah.
Kisah kemanusiaan ini bermula dari sebuah ajakan sederhana seorang kawan pada tahun 2004 silam. Dari aksi pertama yang didasari rasa solidaritas, langkah kecil itu berkembang menjadi sebuah komitmen panjang. Hingga hari ini, Rabu (23/9/2026), lebih dari 50 kali kantong darah telah ia sumbangkan secara sukarela melalui PMI.
"Alhamdulillah hari ini bisa terima penghargaan usai donor lebih dari 50 kali. Awalnya diajak teman tahun 2004, setelah itu jadi kebiasaan dan kebutuhan. Rasanya ada yang kurang kalau belum donor," ungkap Rahmad dengan senyum bersahaja.
Sebagai pemilik golongan darah AB yang tergolong jarang, Rahmad menyadari betul betapa berharganya setiap tetes darah yang ia berikan. Di tengah tumpukan berkas perkuliahan dan jadwal mengajar yang padat, ia selalu menyempatkan diri melangkah ke kantor PMI. Bagi pria ramah ini, kendala waktu bukanlah alasan untuk berhenti peduli.
"Kendalanya cuma waktu. Kadang jadwal mengajar padat, jadi harus pintar-pintar cari waktu luang. Tapi komitmennya harus tetap dijaga, karena darah ini ditunggu orang di ruang perawatan," tuturnya penuh ketulusan.
Aksi nyata Rahmad Kurniawan menjadi bukti bahwa ketulusan tidak mengenal batas profesi. Dari ruang-ruang kelas di Bumi Reog, ia tidak hanya menitipkan ilmu pengetahuan kepada para mahasiswanya, tetapi juga menanamkan keteladanan tentang kepedulian tanpa pamrih bagi sesama manusia.
Penulis: Nur
Editor: Redaksi
