HOT NEWS

Belajar Siaga Gempa Lewat Lagu, 43 Siswa SLB Bimbingan Kasih Didampingi Relawan



CERITARELAWAN.com, SIKKA – Praktik, gerakan, hingga lagu menjadi cara relawan mengenalkan kesiapsiagaan gempa kepada 43 siswa SLB Bimbingan Kasih Paga, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka.

Pendampingan dilakukan sekitar dua minggu setelah gempa. Relawan PMI Kabupaten Sikka bersama guru menyesuaikan penyampaian materi dengan kemampuan dan kebutuhan para siswa.

SLB Bimbingan Kasih Paga memiliki siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sebanyak 15 tenaga pendidik mendampingi anak-anak dengan beragam kebutuhan khusus, termasuk tunagrahita, tunadaksa, tunarungu, autisme, tunaganda, Down syndrome, dan tunawicara.

Pengalaman ketika gempa terjadi menjadi salah satu alasan kesiapsiagaan diperkuat. Saat gempa, sebagian siswa memperoleh informasi dari sekolah sebelum keluar untuk menyelamatkan diri.

Dalam pendampingan, siswa dikenalkan dengan gempa dan tindakan yang perlu dilakukan dalam kondisi darurat. Relawan dan guru menggunakan metode sederhana serta interaktif.

Salah satunya melalui lagu bertema gempa. Cara tersebut digunakan untuk membantu siswa mengingat langkah yang perlu dilakukan ketika menghadapi gempa.

Edukasi juga menyentuh perilaku hidup bersih dan sehat. Anak-anak diajak mempraktikkan enam langkah mencuci tangan serta belajar menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah.

Kepala SLB Bimbingan Kasih Paga, Asensius Athanasius, mengatakan setiap anak memiliki cara berbeda dalam menerima dan memahami informasi.

“Anak-anak berkebutuhan khusus memiliki cara memahami sesuatu yang berbeda-beda. Dengan adanya edukasi dari PMI, terutama melalui praktik dan lagu, kami lebih mudah mengajak anak-anak memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi gempa maupun bagaimana menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” ujar Asensius.

Pendampingan kemudian dilanjutkan dengan penyaluran bantuan logistik pada Kamis (24/9/2026). Bantuan yang disalurkan PMI Kabupaten Sikka mewakili dukungan dari PMI Sumatera Utara dan PT Musim Mas.

Staf PMI Kabupaten Sikka, Arnollado, mengatakan pendekatan dalam edukasi kebencanaan perlu mempertimbangkan kemampuan setiap anak.

“Edukasi tentang gempa dan cara menyelamatkan diri penting diberikan kepada anak-anak berkebutuhan khusus dengan cara yang sesuai dengan kemampuan mereka. Karena itu, kami bersama guru menggunakan metode yang sederhana, seperti praktik, gerakan dan lagu, agar pesan yang diberikan lebih mudah diterima,” ujarnya.

Bantuan yang disalurkan terdiri atas beras, telur, minyak goreng, mi instan, sarden, gula pasir, Energen, sabun mandi, sabun cuci, serta susu UHT kemasan satu liter. 


Penulis: Nur 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar