Keteguhan Jordan: Mengalahkan Keterbatasan dan Rasa Takut Demi Lindungi Orang Tua
0 menit baca
Ketika bumi Flores bergoncang, kepanikan biasanya melumpuhkan banyak orang. Namun Jordan memilih untuk bergerak. Menopang tubuh kecilnya dengan kruk, ia melangkah keluar menuju halaman rumah.
Di tengah situasi yang mencekam, fokus Jordan bukanlah kelemahannya, melainkan keselamatan keluarganya. Dari luar, suara kecilnya memecah keheningan, berteriak meminta Bapa dan Mamanya segera keluar menyelamatkan diri. Aksi heroik ini ia bagikan langsung kepada relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Sikka yang datang mengunjungi desanya.
"Takut, Om," aku Jordan dengan jujur saat relawan PMI bertanya tentang perasaannya. Namun bagi Jordan, rasa takut adalah hal yang wajar, tetapi pengetahuan adalah pelindungnya. "Saya sudah pernah merasakan gempa kecil sehingga saya bisa mengatasi, walaupun saya punya keterbatasan," tambahnya.
Edukasi kebencanaan yang diterima Jordan dari para relawan PMI telah menjelma menjadi bekal hidup yang nyata. Nilai inspiratif dari kisah Jordan membuktikan bahwa keterbatasan fisik sama sekali tidak membatasi besarnya kasih sayang dan keberanian seorang anak dalam melindungi keluarganya.
Kini, Jordan kembali menyusuri jalanan desa sepanjang satu kilometer itu. Langkahnya tetap perlahan, satu demi satu, ditopang kruk setianya. Namun ia berjalan dengan kepala tegak, membawa rasa syukur karena Bapa dan Mama masih mendampinginya, serta membawa kesiapan baru: bahwa jika gempa kembali datang, ia tahu pasti ke mana harus melangkah.
Penulis: Haafiid
Editor: Redaksi
