HOT NEWS

Suntikan Motivasi Sekjen PMI A.M. Fachir di Ponorogo: Relawan Adalah Jantung Kemanusiaan


CERITARELAWAN.com, PONOROGO - Ada sebuah momen penuh kehangatan dan inspirasi di tengah riuhnya perhelatan akbar Perayaan Satu Abad Pondok Modern Darussalam Gontor. Di sela agenda kepondokan yang padat, Sekretaris Jenderal PMI Pusat, Dr. H. Abdurrahman Mohammad Fachir (A.M. Fachir), meluangkan langkahnya untuk menyambangi para relawan dan staf di Markas PMI Kabupaten Ponorogo, Senin (21/09/2026).
Kehadiran mantan diplomat senior dan Wakil Menteri Luar Negeri RI yang juga merupakan seorang alumnus Gontor ini membawa angin segar sekaligus pemantik semangat baru bagi para pejuang kemanusiaan di tingkat daerah. Kedatangan beliau disambut hangat oleh Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, bersama dengan para staf dan relawan yang tengah bertugas.
Bukan sekadar kunjungan formalitas, A.M. Fachir memilih untuk turun langsung berkeliling melihat ruang markas dan fasilitas Unit Donor Darah (UDD). Sembari memperhatikan peralatan medis penunjang donor darah, ia memberikan masukan-masukan berharga yang memotivasi pengurus daerah. Satu hal yang digarisbawahi olehnya adalah mengenai pemenuhan standar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Ia menegaskan bahwa aturan CPOB harus tetap berjalan tegak demi mutu gerakan kepalangmerahan. Komitmen terhadap kualitas inilah yang disebutnya sebagai tonggak kemajuan nyata bagi organisasi kemanusiaan.
Suasana ruang pertemuan markas mendadak berubah menjadi ruang diskusi yang penuh ilmu. Sekretaris PMI Kabupaten Ponorogo, Sumani, mengakui bahwa kehadiran Sekjen PMI Pusat laksana jembatan emas yang menghubungkan semangat juang pusat dengan realitas di daerah. Lewat pertemuan ini, relawan daerah mendapatkan wawasan mendalam mengenai bagaimana menyelaraskan program lokal dengan agenda nasional, khususnya dalam kesiapsiagaan bencana.
"Kami belajar banyak dari kunjungan Pak Sekjen. Salah satunya adalah bagaimana menjalin komunikasi dengan dunia usaha dan pihak ketiga agar dapat menyokong gerakan kemanusiaan. Selama ini, banyak pihak swasta yang sebenarnya ingin membantu tetapi tidak tahu caranya karena kurangnya komunikasi. Ini menjadi evaluasi penting bagi kami untuk lebih terbuka dalam merangkul potensi daerah," ungkap Sumani dengan antusias.
Lebih jauh, diskusi tersebut juga mengupas tuntas esensi sejati dari kemandirian sebuah lembaga kemanusiaan seperti PMI. Meniru langkah pengurus pusat yang bergerak mandiri tanpa bergantung pada dana APBN, PMI Ponorogo bertekad mematangkan tata kelola organisasi yang swadaya dan tangguh, terutama dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat luas yang prosesnya tetap berada di bawah pengawasan ketat regulasi kesehatan pemerintah.
Bagi Sumani dan seluruh jajaran staf di Ponorogo, pesan mendalam dari A.M. Fachir mengenai esensi kerelawanan menjadi oleh-oleh terbaik dari kunjungan ini. Di tengah perkembangan zaman dan era digitalisasi, nilai ketulusan tidak boleh luntur.
"Fokus terbesar kita ke depan, mengikuti arahan dan motivasi dari pusat, adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran di tengah masyarakat untuk menjadi relawan murni. PMI adalah tempat pengabdian yang suci, di mana kita bergerak memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat secara tulus, tanpa pernah memikirkan imbalan finansial ataupun materi. Gerakan murni inilah yang akan menjaga kelangsungan marwah PMI di Ponorogo," tutup Sumani penuh optimisme.

Penulis: Nur 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar