HOT NEWS

Kisah Penerima Penghargaan Donor Darah Yang Bikin Haru Publik


CERITARELAWAN.com, PONOROGO — "Peduli adalah awal, bergerak adalah wujud, dan bersama adalah kekuatan." Kalimat yang menjadi tema besar hari jadi palang merah tahun ini bukan sekadar pemanis dekorasi, melainkan getaran jiwa yang terpancar nyata dari senyum para relawan yang memadati ruang Pendopo Agung Pemkab Ponorogo pada Rabu (23/9/2026). 
Di tengah riuh rendah jalannya resepsi puncak HUT PMI ke-81, sebuah kisah human interest yang menyentuh nurani lahir dari langkah kaki seorang pria paruh baya yang memilih jalan hidup untuk terus membagikan bagian dari dirinya demi kehidupan orang lain.
Langkah bersahaja itu milik Wasis Suwondo, seorang relawan donor darah yang datang dengan ketulusan hati dari Wotan, Kecamatan Pulung yang termasuk dalam penerima piagam kehormatan dari Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Hj. Lisdiyarita, SH., terpancar aura kebahagiaan yang teduh. 
Angka 50 kali donor darah yang terukir di atas kertas piagam adalah bukti administratif baktinya yang kokoh di Ponorogo. Benih cinta kasih itu sejatinya telah ia semai sejak tahun 1998 di Jakarta setamat menempuh pendidikan, dan terus dirawat konsistensinya hingga kini di Bumi Reog.
Bagi Wasis, setiap tetes darah yang mengalir keluar dari tubuhnya bukanlah sebuah kehilangan, melainkan sebaris doa hidup yang dikirimkan untuk menolong sesama manusia yang sedang berjuang di ambang maut. 
"Manfaatnya banyak sekali, terutama kesehatan kita menjadi lebih enak. Harapan saya, semoga yang masih muda-muda silakan untuk mendonorkan darah demi rekan-rekan kita yang membutuhkan, semoga semuanya selalu sehat," tutur Wasis Suwondo dengan ketulusan yang mendalam. 
Ia percaya, untuk menginspirasi lingkungan sekitar, tidak dibutuhkan kemewahan, melainkan sebuah semangat ikhlas yang lahir dari lubuk hati yang paling dalam.
Keikhlasan yang dibawa oleh Wasis Suwondo hari itu melebur indah dengan energi gotong royong para prajurit TNI-AD Kodim 0802 di bawah kawalan Letkol (Arh.) Farouk Saputra yang berbondong-bondong mengikuti donor darah massal daerah. Atmosfer kemanusiaan di Pendopo Agung semakin terasa utuh karena perayaan hari jadi ini juga menjadi saksi sejarah bagi pengesahan total 290 Unit kelompok PMR baru (288 Mula/SD, 1 Madya/SMP, dan 1 Wira/SMA) untuk melahirkan generasi penolong masa depan di Bumi Reog.
Gerakan kasih ini mengalir tiada henti menembus batas wilayah melalui aksi dropping air bersih di pelosok gersang Dungus Desa Karang Patihan (Pulung), Dusun Bungur Desa Munggu (Bungkal), hingga Kroyo Desa Gelang Kulon (Sampung) atas topangan kolaborasi BAZNAS Ponorogo, Laznas Salam Setara, dan PT Daya Surya Sejahtera (SuryaMart). Ditambah dengan sentuhan cek kesehatan gratis bagi santri di Ponpes Al-Iman Babadan serta paket sembako ICWP, kisah dari Ponorogo ini mengajarkan sebuah hakikat luhur; bahwa ketika ketulusan seorang pendonor senior seperti Wasis menyatu dalam gerak bersama lintas sektor, berkah kehidupan akan selalu mengalir laksana air jernih yang merawat martabat sesama manusia di Bumi Pertiwi
Penulis: Nur 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar