HOT NEWS

Suara Kemanusiaan dari Balik Mikrofon: Ikhtiar PMI Lumajang Mengetuk Hati Masyarakat pada HUT ke-81


CERITARELAWAN.com, LUMAJANG — Di ruang siaran yang hangat di Radio Semeru FM, getaran suara kebaikan terpancar menembus ruang-ruang dengar masyarakat Lumajang. Tepat pada hari jadi Palang Merah Indonesia (PMI) yang ke-81 di tahun 2026 ini, para pejuang kemanusiaan di tingkat struktural tidak memilih untuk duduk santai di markas. Sebaliknya, mereka turun langsung ke studio radio, menggunakan gelombang udara untuk menyapa, merangkul, dan mengetuk hati nurani setiap warga agar mau bergerak bersama dalam misi kemanusiaan.
Di balik program talkshow dialog interaktif bertema "PMI Lumajang Peduli Bergerak Bersama Demi Kemanusiaan" ini, ada sosok-sosok penuh dedikasi yang mendedikasikan hidupnya untuk melayani sesama. Warga Lumajang dapat mendengarkan langsung penuturan dari Nurhadi Santoso, SP., seorang Sekretaris PMI sekaligus Kepala Markas yang sehari-hari memastikan roda organisasi kemanusiaan ini berputar tanpa henti. Hadir pula Drs. Masduki, sosok senior yang mengomandoi Bidang Penanggulangan Bencana, yang selalu siap siaga di garis depan saat alam sedang tidak bersahabat, serta dr. Halimi Maksum, MMRS., Kepala Unit Donor Darah (UDD) yang dengan teliti menjaga setiap tetes darah demi menyelamatkan nyawa pasien di rumah sakit.
Perbincangan di balik mikrofon ini bukan sekadar urusan data dan angka statistik, melainkan sebuah ajakan humanis. 
Wakil Ketua PMI Lumajang Bidang Humas, Dra. Iswarini Jamilah, menjadi sosok penting yang merajut jembatan komunikasi ini. Perempuan ramah yang akrab disapa Rini ini memiliki impian sederhana namun mendalam lewat kerja sama media ini. 
"Kita berharap, informasi seputar Palang Merah Indonesia PMI Lumajang khususnya semakin banyak diketahui masyarakat, kegiatan dan kiprahnya, dalam kegiatan kemanusiaan," ungkap Rini dengan penuh ketulusan.
Bagi Rini dan seluruh relawan di Lumajang, selembar informasi yang mengudara memiliki kekuatan magis untuk mengubah keadaan. Aksi sosialisasi ini dirancang untuk melahirkan dampak psikologis yang positif: menumbuhkan empati. 
Ketika seorang ibu di dapur, seorang bapak yang sedang menyetir truk, atau seorang remaja di kamarnya mendengar kisah bagaimana para relawan bertaruh waktu menyalurkan air bersih atau betapa kritisnya sekeranjang kantong darah bagi keselamatan sesama, di situlah benih kebaikan mulai tumbuh.
Inspirasi terbesar dari dialog interaktif ini adalah keyakinan bahwa kemanusiaan tidak bisa digerakkan sendirian. 
"Setelah mengetahui kiprah dan kegiatan PMI, akan muncul kepedulian sosial selanjutnya bergerak melakukan kegiatan secara bersama-sama," lanjut Rini tersenyum. 
Kisah dari Lumajang ini menginspirasi kita semua bahwa seruan kebaikan harus terus disuarakan dengan berbagai cara, termasuk lewat frekuensi radio. Sebab, ketika suara kemanusiaan didengar dengan hati, ia akan berubah menjadi langkah kaki nyata dari ratusan relawan baru yang siap bergerak bahu-membahu menolong sesama tanpa memandang perbedaan.

Penulis: Nur 
Editor: Redaksi
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar