Relawan Jangkau Kotagana, 50 Warga Terdampak Gempa Dapat Layanan Kesehatan
| relawan menjangkau warga dan memberikan pelayanan kesehatan pascabencana |
CERITARELAWAN.com, NAGEKEO – Sebanyak 50 warga Desa Kotagana, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, mendapat pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan dalam pelayanan bagi masyarakat terdampak gempa, Selasa (22/9/2026).
Pelayanan dilakukan tim Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai bagian dari respons tanggap darurat di wilayah terdampak. Sebanyak 20 laki-laki dan 30 perempuan tercatat mendapatkan layanan kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan, tim medis menemukan sejumlah gangguan kesehatan yang dominan dialami warga, antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, dan dispepsia.
Dokter yang bertugas, Nita Bonita, menilai pemeriksaan kesehatan perlu dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi warga setelah bencana.
Relawan Dorong Pemeriksaan Berkala
Relawan PMI Kota Makassar, Sri Wahyuni, turut terlibat dalam pelayanan kesehatan di Kotagana.
Menurut Sri, pelayanan di lokasi terdampak perlu diikuti dengan kesadaran masyarakat untuk tetap melakukan pemeriksaan melalui fasilitas kesehatan setempat.
"Kami mengharapkan agar masyarakat melakukan pengecekan kesehatan berkala di fasilitas kesehatan tingkat dasar seperti Pustu atau Puskesmas yang ada," ujar Sri.
Ketua PMI Nagekeo Kristianus Pantaleon Jogo mengatakan kehadiran tim di Kotagana merupakan bagian dari upaya menjangkau masyarakat yang terdampak bencana.
"PMI akan terus bergerak menjangkau masyarakat terdampak bencana. Kehadiran PMI merupakan bukti kepedulian dan cinta bagi masyarakat terdampak," kata Kristianus.
Kristianus juga mengajak masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan, promosi kesehatan, dan dukungan psikososial yang tersedia.
Kehadiran Relawan Diapresiasi Warga
Kepala Desa Kotagana Siprianus Peu menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dan para relawan yang datang memberikan pelayanan.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami menyampaikan apresiasi atas respons cepat PMI dan menjangkau wilayah kami dengan jalur darat yang tentunya tidak mudah dijangkau," ujar Siprianus.
Menurut Siprianus, relawan yang hadir tidak hanya berasal dari Nagekeo, tetapi juga dari luar Nusa Tenggara Timur.
Respons terhadap masyarakat terdampak direncanakan terus berjalan melalui distribusi air bersih dan logistik, dukungan hunian dan sekolah darurat, promosi kesehatan, layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta pemulihan hubungan keluarga.
Dalam pelaksanaannya, pelayanan juga diarahkan untuk memperhatikan kebutuhan kelompok rentan dan menerapkan pendekatan yang inklusif. Masyarakat dilibatkan sekaligus diberikan ruang untuk menyampaikan umpan balik atas pelayanan maupun bantuan yang diterima.
Penulis: Adrian, Jr
Editor: Redaksi