Dua Relawan Tangguh Alirkan Senyuman di Tanah Gersang
0 menit baca
CERITARELAWAN.com, LUMAJANG - Di bawah sengatan terik matahari yang membakar kulit, deru mesin truk tua menjadi melodi harapan bagi ratusan pasang mata yang telah lama menanti. Bagi mereka yang hidup di daerah yang kering, suara air yang mengalir dari selang-selang besar ke dalam jeriken plastik adalah suara paling merdu di dunia. Di balik setiap tetes air yang membawa kesegaran itu, ada peluh, keikhlasan, dan komitmen luar biasa dari para pejuang kemanusiaan yang memilih menghabiskan energinya demi meringankan beban sesama manusia.
Panggung kerelawanan yang penuh ketulusan ini nyata terlihat sepanjang hari Rabu, 23 September 2026 kemarin. Sejak jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB pagi hingga guratan senja turun di pukul 17.00 WIB sore, dua sosok relawan tangguh bernama Kowiadi dan Moch. Yusuf berdiri kokoh di atas bak kendaraan. Mengemudikan Truck Engkel bernomor polisi N 9336 YC yang sarat muatan tandon air, kedua pria ini membelah jalanan berdebu demi mengantarkan mata air kehidupan langsung ke pintu-pintu rumah warga yang dilanda kekeringan.
Melihat dedikasi tinggi yang ditunjukkan di lapangan, Sekretaris sekaligus Kepala Markas PMI Kabupaten Lumajang, Nurhadi Santoso, SP, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi mendalam. Menurutnya, napas dari seluruh gerakan kemanusiaan ini terletak pada ketulusan para relawan yang menjadi ujung tombak pelayanan di area-area sulit.
"Setiap tetes air yang kami salurkan melalui keringat para relawan di lapangan adalah simbol bahwa kepedulian terhadap sesama tidak pernah kering. Kowiadi dan Yusuf adalah contoh nyata bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dirawat secara konkret. Mereka tidak hanya mengantar air, tetapi juga mengantarkan harapan dan senyuman bagi saudara-saudara kita yang sedang kesulitan," tutur Nurhadi Santoso dengan nada penuh ketulusan.
Perjalanan kemanusiaan kedua relawan ini berhasil merampungkan 5 trip perjalanan bolak-balik untuk mengalirkan 17.500 liter air bersih ke Dusun Ngesong, Desa Barat, Kecamatan Padang. Setibanya di lokasi, Kowiadi dan Yusuf menyisir 7 titik pemberhentian yang dihuni oleh 162 Kepala Keluarga. Wajah-wajah lelah para ibu yang mengantre bersama anak-anak mereka seketika berubah menjadi binar kebahagiaan saat air jernih mulai memenuhi wadah-wadah kosong. Kehadiran mereka sukses meringankan beban 560 jiwa di dusun tersebut.
Secara kumulatif, akumulasi air bersih yang telah didistribusikan ke Dusun Ngesong kini telah mencapai angka 346.500 liter. Tidak berhenti di situ, aliran cinta kasih dalam bentuk air bersih juga berhasil menembus wilayah perbukitan tinggi di Dusun Wonoasih dan Dusun Wonosari, Desa Wonokerto, Kecamatan Gucialit dengan total 126.000 liter. Hingga detik ini, total kebaikan yang telah tersalurkan secara keseluruhan di bawah panji kemanusiaan telah menyentuh angka 472.500 liter air, membuktikan bahwa aksi nyata untuk sesama akan terus mengalir tanpa batas.
Penulis: Nur
Editor: Redaksi
